Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Diperkuat

BANTEN72 – Pemerintah memastikan penguatan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat terus dilakukan melalui penambahan guru dan tenaga kependidikan di sejumlah lokasi yang masih membutuhkan dukungan sumber daya manusia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus mengantisipasi peningkatan jumlah peserta didik pada tahun ajaran mendatang.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa kebutuhan tambahan tenaga pendidik bukan disebabkan oleh kekurangan guru secara menyeluruh, melainkan karena adanya beberapa titik pelaksanaan Sekolah Rakyat yang memerlukan penguatan seiring berkembangnya proses pembelajaran.

“Bukan kekurangan guru, ada beberapa titik yang memang kita masih memerlukan tambahan guru,” ujar Gus Ipul.

Baca juga:  Bupati Pandeglang Dewi Setiani Bersilaturahmi dengan Menteri Perdagangan: Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah dan UMKM

Ia menjelaskan bahwa dinamika penyelenggaraan Sekolah Rakyat menuntut pemerintah untuk terus menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.

“Karena tentu seiring dengan proses pembelajaran di sana, kita memerlukan guru-guru tambahan dan juga tenaga kependidikan. Memang ada di beberapa titik yang kita masih kekurangan guru, tetapi selama ini masih bisa di-backup oleh guru-guru yang ada,” kata Gus Ipul.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, pemerintah akan membuka rekrutmen lebih dari 5.000 guru dan tenaga kependidikan pada tahun ini. Rekrutmen tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mengabdi di lingkungan Sekolah Rakyat dan mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca juga:  Pemerintah Petakan Kebutuhan Guru Sekolah Rakyat di Sejumlah Daerah

“Tahun ini, kita buka kesempatan lagi untuk rekrutmen guru. Lebih dari 5.000 guru dan tenaga kependidikan yang kita buka kesempatan bagi yang memenuhi syarat untuk mengabdi di lingkungan sekolah rakyat,” ungkap Gus Ipul.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam menghadapi ekspansi Program Sekolah Rakyat yang diproyeksikan akan menampung jumlah siswa yang semakin besar pada periode 2026–2027. Pemerintah pun terus melakukan konsolidasi internal agar kebutuhan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan dapat terpenuhi secara bertahap.

Baca juga:  Pemerintah Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Lembaga Inklusif

“Intinya bahwa kami terus konsolidasi, kami terus berbenah, kami terus memperkuat sumber daya manusia kami agar di dalam pelaksanaan tahun 2026-2027 dengan jumlah siswa yang jauh lebih banyak bisa tercukupi kebutuhan guru dan sumber daya manusia yang lainnya,” ujar Gus Ipul.

Dengan penambahan guru dan tenaga kependidikan tersebut, pemerintah optimistis kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat akan semakin kuat sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkualitas bagi lebih banyak anak Indonesia, sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.*

Komentar