BANTEN72– Menjelang senja saat memasuki hari kedua bulan suci Ramadan, seluruh umat Muslim mulai menjalankan tradisi ngabuburit, yakni mengisi waktu sore sambil menunggu tibanya azan magrib sebagai penanda berbuka puasa.
Beragam aktivitas mewarnai suasana menjelang berbuka. Mulai dari persiapan berburu takjil di sejumlah lokasi kuliner tradisional hingga berkumpul bersama keluarga dan sahabat di pusat-pusat keramaian di wilayah Banten. Suasana sore Ramadan pun terasa lebih hidup, namun tetap sarat dengan nuansa ketenangan dan kebersamaan.
Anggota DPRD Banten dari Fraksi PPP asal daerah pemilihan Pandeglang, Hj. Ida Hamidah mengungkapkan, bahwa momen menjelang berbuka puasa selalu menghadirkan ketenteraman tersendiri.
“Begitu terasa tenang dan damai setiap sore menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas ngabuburit tidak saja untuk mencari menu makanan persiapan berbuka, tetapi juga dimanfaatkan untuk menikmati suasana sore Ramadan,” ujar Ida, Jumat (20/2/2026).
Menurut dia, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan di tengah masyarakat.
Tradisi ngabuburit pun menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Banten.
Suasana senja Ramadan di berbagai sudut daerah menghadirkan kehangatan tersendiri – perpaduan antara semangat berburu takjil, lantunan ayat suci, dan canda tawa keluarga yang menanti waktu berbuka dengan penuh syukur. (Bt72)***








Komentar