BANTEN72 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional. Selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif di pedesaan.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai bahwa penguatan sektor pangan menjadi kunci utama keberlanjutan MBG sekaligus pendorong ekonomi desa.
“Keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kemampuan kita memastikan pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri,” ungkapnya.
Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, teknologi modern, serta akses pembiayaan bagi petani. Selain itu, diversifikasi pangan seperti singkong, sagu, dan porang dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa.
“Dengan penguatan sektor pangan, ekonomi desa akan semakin kokoh dan program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegas Esther Sri Astuti.
Dengan sinergi antara peningkatan gizi dan penguatan sektor pangan, MBG menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan MBG sebagai investasi strategis yang berdampak luas bagi pembangunan nasional.
“Program MBG ini bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor pangan seperti hortikultura, peternakan ayam, dan produksi telur yang terhubung dari hulu hingga hilir,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ia menjelaskan, program tersebut difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, MBG dirancang sebagai kebijakan jangka panjang yang berorientasi pada masa depan bangsa.
“Program ini hadir untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing,” katanya.
Lebih lanjut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa MBG turut berkontribusi dalam menekan angka stunting melalui penyediaan asupan gizi yang cukup, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, program ini menciptakan efek berantai yang signifikan di desa. Peningkatan permintaan bahan pangan mendorong produktivitas petani hortikultura dan peternak, sehingga roda ekonomi lokal semakin bergerak.
“Program ini menghidupkan berbagai sektor usaha kecil dan menengah di pedesaan, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ia menambahkan bahwa jutaan pelaku usaha, khususnya peternak unggas, turut merasakan manfaat langsung.
“Banyak peternak yang kini semakin produktif karena adanya peningkatan permintaan dari program ini,” tambahnya.*






Komentar