Mahasiswa Unsera Adakan Penyuluhan Pengolahan Sampah

BANTEN72 – Kuliah kerja mahasiswa (KKM)  memiliki peran penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah serta memberikan solusi praktis untuk mengurangi dampak lingkungan.

KKM Universitas Serang Raya (Unsera) 2025, Kelompok 9 menjadi kelompok yang fokus pada pengelolaan sampah mencakup kegiatan edukasi, pemilahan sampah dan pengembangan inovasi pengelolaan sampah.

Mahasiswa peserta KKM Unsera Kelompok 9 memberikan edukasi lewat penyuluhan pengolahan sampah dari  memisahkan sampah organik dan non-organik hingga membuat kompos dari sampah organik.

Selain itu, peserta KKM Kelompok 9 juga mendorong penggunaan kembali atau daur ulang sampah non-organik.

Kegiatan KKM kelompok 9 juga fokus pada pengembangan inovasi seperti penyediaan tong sampah terpisah organik dan non organik serta sosialisasi kepada seluruh siswa siswi yang ada di lingkungan sekolah termasuk guru untuk pembiasaan membuang sampah sesuai jenisnya.

Baca juga:  Musda XI Partai Golkar Digelar Aklamasi,  Agus Umam Nahkodai Golkar Pandeglang: Optimistis  Raih Juara di Pemilu Mendatang

Kegiatan KKM Unsera Kelompok 9 ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya: pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Kedua mengurangi jumlah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Dan ketiga meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.

Untuk mencapai tujuan tersebut, mahasiswa KKM Unsera Kelompok 9  melakukan berbagai tahapan kegiatan,  Sebelum memulai pembuatan tong sampah, mahasiswa melakukan persiapan dengan mengidentifikasi lokasi yang tepat untuk menempatkan tong sampah. Mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti drum bekas, cat, dan stiker label. Mengatur peralatan yang akan digunakan dalam proses pembuatan. Setelah tong sampah selesai dibuat dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis.

Baca juga:  Pemkot Serang Berikan Santunan JKM kepada Ahli Waris Pegawai Non ASN

Mahasiswa peserta KKM juga mengajarkan kepada masyarakat cara mengelola sampah dengan baik, seperti memisahkan sampah organik dan non-organik sebelum dibuang. Mengatur jadwal pengumpulan sampah secara rutin. Mengelola sampah organik menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Dan mengelola sampah non-organik untuk didaur ulang atau dibuang ke tempat pembuangan akhir yang sesuai.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 9 Hj. Ade Muslimat mengatakan, kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum, Cilegon yang telah memberikan izin sebagai lokasi KKM Unsera sekaligus menjadi mitra Kelompok 9. Semoga kegiatan KKM ini berjalan lancar dari mulai pembekalan sampai penutupan serta silaturahmi tetap terjalin dengan baik.

Baca juga:  Wakil Gubernur Banten Dimyati Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS untuk Warga

Wakil Ketua Yayasan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum, Cilegon, Drs. H. Safrudin memberikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa Universitas Serang Raya. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Yayasan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum, Cilegon dan diharapkan dapat diteruskan dalam jangka panjang. Selain itu, masyarakat sekitarnya juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya fasilitas pemilahan sampah serta edukasi yang diberikan oleh mahasiswa KKM Unsera Kelompok 9.*

Komentar