BANTEN72– PT Banten West Java (BWJ) mengambil langkah nyata dalam upaya pelestarian terumbu karang di zona pariwisata, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. Dalam upaya ini, BWJ membentuk Yayasan Banten Selatan yang berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura II/Soekarno-Hatta International Airport dan Yayasan Konservasi Selat Sunda.
Direktur BWJ Tanjung Lesung, Widiasmanto, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan dan menjaga terumbu karang agar tumbuh berkembang dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kegiatan ini juga berdampak baik bagi kaum nelayan, karena jika ekosistem hayati laut terjaga, maka hasil laut akan meningkat dan kaum nelayan akan semakin makmur,” ujarnya.
“Kalau untuk Yayasan Konservasi Selat Sunda itu kami bentuk pascatsunami karena banyak terumbu karang yang rusak,” tambah Widiasmanto.
Selain itu, pelestarian terumbu karang juga dapat menjadi spot destinasi wisata bagi wisatawan pencinta bahari, seperti snorkeling, diving, dan glass bottom boat. “Mudah-mudahan ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan,” tambah Widiasmanto.
Widiasmanto juga menekankan bahwa pelestarian terumbu karang merupakan edukasi bagi generasi muda untuk menjaga alam hayati laut demi masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan ini, BWJ juga mengajak para pelaku usaha di PHRI Pandeglang untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah banjir di beberapa lokasi, seperti Citereup, Cigelis, Sobang, dan sekitarnya. Bantuan ini berupa sembako, kebutuhan anak-anak, dan kaum ibu. (BT72)***







Komentar