BANTEN72 – Komunitas Penabulu Stop TB Partnership Indonesia (STPI) yang bergerak pada kesehatan, dari Senin dan Selasa (21-22/7/2025) menyelenggarakan Rembuk Desa dalam Program Surveilan Berbasis Masyarakat (SBM) yang bertempat di Aula PKM Kramatwatu. Desa Lebakwana adalah salah satu dari tiga tempat piloting yang terpilih sebagai tempat kegiatan SBM.
Kegiatan SBM yang dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Kecamatan Kramatwatu, Puskesmas Kramatwatu, Aparatur Desa Lebakwana, pondok pesantren, Fatayat NU Kabupaten Serang, Implementasi Unit (IU) Kabupaten Serang, Sub Recipient (SR) Banten dan Principal Recipient (PR) Konsorsium.
Kepala Puskesmas Kramatwatu Fenny dalam sambutannya mengatakan, surveilan berbasis masyarakat ini merupakan kegitanan yang sangat perlu dilakukan dan didorong dalam upaya melakukan pencegahan dan pengendalian wabah dan kejadian luar biasa.
“Saya berharap semoga dari pihak desa mendukung penuh kegiatan SBM di Desa Lebakwana ini,” kata Fenny.
Kabid P2P dr. Hj. Istiyanah menambahkan, kita mesti belajar dari wabah Covid 19. Kita perlu evaluasi dan waspada terhadap penyakit menular.
Sementara itu perwakilan dari Kecamatan Kramatwatu Rini Nurhayati menjelaskan, peran dari berbagai instansi, baik kader, desa, babinsa dan lainnya memiliki peran dalam upaya pencegahan penyakit menular di setiap wilayah kerjanya.
Halimi selaku staf program IU Kabupaten Serang yang memegang kegiatan SBM di Desa Lebakwana memberikan keterangan, bahwasanya kegiatan surveilan ini adalah suatu upaya untuk pencegahan dan pengendalian wabah atau kejadian luar biasa.
TB Deni Faisal Hasyim selaku program MEL Coordinator Staf SR Banten sebagai fasilitaror pada acara SBM memberikan penjelasan, mengapa Desa Lebakwana yang terpilih sebagai tempat piloting di Kabupaten Serang ini, karena pada waktu PR dari pihak Tim Penabulu Pusat melakukan kunjungan kebetulan bertempat di PKM Kramatwatu, dan juga pesertanya dari Desa Lebakwana. Maka jadilah Desa Lebakwana terpilih sebagai tempat piloting di Kabupaten Serang.
“Terlepas dari pada itu, suksesnya kegiatan ini karena peran aktif masyarakat khususnya kader atau relawan komunitas dalam mengidentifikasi, memantau dan melaporkan masalah kesehatan di lingkungan mereka. Kami berharap kedepannya nanti para relawan SBM ini dapat dibuatkan surat keputusan (SK) oleh kepala desa, sehingga keberadaan mereka memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat didukung melalui penggunaan anggaran desa,” ujarnya.
Dalam kegiatan SBM tersebut juga dibentuk struktur kepengurusan SBM di Desa Lebakwana Kecamatan Kramatwatu.
Selain itu, dr. Hj. Istiyanah selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mengusulkan untuk mengolaborasikan program SBM dengan Program Desa Siaga Tb, dimana program desa siaga Tb ini merupakan salah satu program Dinas Kesehatan Kabupaten Serang yang bertujuan untuk mengeliminasi TBC.
Untuk diketahui, Komunitas Penabulu Stop TB Partnership Indonesia (STPI) adalah Komunitas TBC yang berperan untuk mengeliminasi TBC. *





Komentar