Global Bond Danantara Dinilai Jadi Prestasi Finansial Pemerintah

BANTEN72 – Keberhasilan penerbitan global bond perdana Danantara Indonesia senilai USD1,5 miliar dinilai sebagai prestasi finansial pemerintah yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut penerbitan obligasi tersebut berhasil melampaui target awal, menegaskan kuatnya minat dan kepercayaan pasar global terhadap perekonomian nasional.

“Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1,5 billion USD yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun,” jelas Rosan.

Baca juga:  Indonesia–Prancis Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Perdagangan dan Investasi

Antusiasme investor terlihat dalam rangkaian kunjungan Danantara ke pusat-pusat keuangan dunia seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam agenda tersebut, Danantara bertemu 122 investor internasional yang menunjukkan minat besar terhadap instrumen investasi Indonesia.

Selain melampaui target, obligasi global Danantara juga mencatat imbal hasil yang kompetitif, yakni 5,35 persen untuk tenor lima tahun dan 5,95 persen untuk tenor sepuluh tahun.

Baca juga:  BGN Ubah Pola Pendanaan untuk Cegah Penyalahgunaan Anggaran Program MBG

Menurut Rosan, capaian ini menjadi bukti nyata kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Nah ini adalah hasil yang sangat-sangat baik. Dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini riil ya,” ujarnya.

Rosan menjelaskan masing-masing tenor berhasil menghimpun dana sebesar USD750 juta yang akan digunakan untuk memperkuat kapasitas investasi Danantara dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional.

“Karena tanggal 11 kemarin kita sudah signing dan tanggal 18 dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara,” ungkapnya.
Ke depan, Danantara membuka peluang menerbitkan obligasi dengan tenor lebih panjang hingga 30 tahun.

Baca juga:  Satu Tahun Pemerintahan Pragib: Danantara Bangun Ekosistem Investasi Sehat dan Efisien

Menurut Rosan, optimisme tersebut didorong oleh besarnya minat investor terhadap stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Karena appetite-nya itu sangat besar juga, karena mereka melihat bahwa Indonesia growth-nya ini relatif stabil. Ya memang ada naik turunnya, itu memang dalam cycle selalu ada, apalagi di tengah geopolitik, geoekonomi itu adalah hal-hal yang memang selalu ada dalam cycle ekonomi kita,” pungkasnya.*

Komentar

Berita Lainnya