Ekonomi Rakyat dan Sektor Riil Menjadi Fokus Penguatan Pemerintah

BANTEN72 — Pemerintah terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada ekonomi rakyat dan sektor riil sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, serta berbagai program pembangunan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.

“Jadi bukan hanya stabilitas nilai tukar saja, atau inflasi saja. Tapi juga memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Itu memang seperti itu salah satu praktik di dunia. Jadi bukan hal yang baru,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait kesepakatan pemerintah dan DPR saat membahas Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui regulasi tersebut, peran Bank Indonesia diperkuat untuk mendukung terciptanya lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan perluasan kesempatan kerja, selain tetap menjaga stabilitas moneter.

Baca juga:  Wagub Banten Dimyati Natakusumah: Pers Pembela Rakyat dan Jembatan Pilar Demokrasi, Harus Tetap Menjaga Check and Balance

Menurut Purbaya, pendekatan tersebut sejalan dengan praktik yang diterapkan sejumlah negara maju. Karena itu, kebijakan ekonomi ke depan tidak hanya berfokus pada pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar, tetapi juga diarahkan untuk mendorong aktivitas usaha produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Pemerintah sepakat dengan DPR untuk memperkuat pencapaian tujuan Bank Indonesia, dalam melaksanakan kebijakan dan bauran kebijakan Bank Indonesia yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Baca juga:  Ribuan Rumah Subsidi Siap Dialokasikan

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mempercepat implementasi berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerangkan, fokus penguatan diarahkan pada sektor pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi yang dinilai memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat,” ungkapnya.

Prasetyo menjelaskan, percepatan sektor riil menjadi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat, namun diperlukan langkah yang lebih terintegrasi agar stabilitas dan pertumbuhan dapat berjalan beriringan.

Baca juga:  Ekonomi Rakyat Tetap Bergerak dengan Dukungan Fiskal yang Kuat

“Terutama program-program di bidang pangan, energi, program-program di bidang perikanan, termasuk industrialisasi dan hilirisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi yang erat antara pemerintah, Bank Indonesia, DPR, dan otoritas fiskal menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan sinergi tersebut, pemerintah optimistis ekonomi nasional dapat tetap tumbuh kuat, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung.

“Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat dan intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi,” pungkas Prasetyo.*

Komentar

Berita Lainnya