Dorong Ekonomi Desa, Kepala Desa se-Kabupaten Pandeglang Dukung Pembentukan Koperasi Merah Putih

BANTEN72 – Dalam upaya mendorong ekonomi masyarakat desa,  para Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Pandeglang menyatakan dukungan penuh terhadap program pembentukan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan rampung pada Juni 2025.

Program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program prioritas dalam kebijakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ini menjadi langkah nyata pembangunan dari desa untuk Indonesia,” ujar Dedi Rivaldi, Kepala Desa Karyasari, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu (27/4/2025).

Baca juga:  Pimpin DPW PGMI Banten,  Deden  Fatih Siap Besarkan Korp Guru Madrasah

Menurut Dedi, koperasi tersebut akan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal secara kolektif. Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih, pihaknya  optimistis  kesejahteraan masyarakat desa akan meningkat.

“Kami telah melakukan diskusi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemen PDT), dan Kementerian Koperasi. Responsnya sangat positif. Pemerintah pusat bahkan siap memberikan dukungan anggaran bagi pembentukan dan pengembangan koperasi di seluruh desa di Indonesia,” tambahnya.

Baca juga:  Pengembangan UMKM Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Ekonomi Kerakyatan

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Muslim Taufik, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan pembentukan koperasi tersebut di 326 desa.

“Kita targetkan seluruh koperasi Merah Putih di Kabupaten Pandeglang sudah terbentuk paling lambat Juni 2025. Ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang tertuang dalam Asta Cita,” tegasnya.

Baca juga:  Mantan Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi Tutup Usia

Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis desa yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. ***

Komentar