Bupati Dewi Setiani Jenguk Pasien di RSUD Berkah Pandeglang

BANTEN72- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menjenguk para siswa korban tertimpa baliho yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Senin (26/1/2026).

Sebelum mengunjungi rumah sakit, Bupati Dewi terlebih dahulu meninjau lokasi kejadian di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Pandeglang untuk melihat langsung kondisi tempat jatuhnya baliho yang menimpa sejumlah siswa.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar selalu waspada, karena musibah bisa datang kapan saja dan tidak ada yang bisa memprediksi. Semoga para korban diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Bupati Dewi.

Baca juga:  Andra Soni Langsung Silaturahmi ke KH Embay Mulya Syarief dan KH TB Fathul Azdim Chatib

Setibanya di RSUD Berkah, Bupati Dewi disambut oleh keluarga para korban. Dari enam siswa yang sempat mendapatkan perawatan medis, dua siswa masih menjalani perawatan intensif, sementara empat siswa lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Bupati Dewi pun memberikan semangat secara langsung kepada para korban.

“Semoga segera diberikan kesembuhan, tetap berdoa agar bisa pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Baca juga:  Jemaah Haji Asal Pandeglang Tiba di Tanah Air Selasa Ini, Kemenag Siapkan Penjemputan

Bupati Dewi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran tenaga medis RSUD Berkah atas pelayanan yang telah diberikan kepada para korban.

“Semoga kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Berkah terus meningkat, sehingga masyarakat merasa nyaman dan proses penyembuhan pasien dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Berkah Pandeglang, dr. Firman, menjelaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis.

Baca juga:  Pilkada Banten 2024, Pendukung Andra Soni dan Dimyati Natakusumah Bergerak Masif, Pasang Baliho di Sejumlah Lokasi

“Dua pasien yang masih dirawat mengalami luka di bagian kepala dan telah dilakukan pemeriksaan CT Scan. Alhamdulillah hasilnya aman dan tidak ditemukan kondisi yang membahayakan,” jelas dr. Firman.

Dua siswa yang masih menjalani perawatan tersebut masing-masing bernama Juleha, siswi kelas XII-8, dan Intan Agustiani, siswi kelas XII-7.

“Juleha sebelumnya sempat diperbolehkan pulang, namun karena masih merasakan mual, yang bersangkutan kembali menjalani perawatan. Secara umum kondisi seluruh pasien dipastikan aman,” pungkasnya. (Bt72)***

Komentar