BANTEN72– Demi menjalakan misi kemanusaan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani tak segan-segan menerobos derasnya arus Sungai Cilemer menggunakan perahu karet di ke Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (22/1/2026).
Untuk mencapai lokasi banjir, Bupati Dewi harus menempuh perjalanan sekitar 30 hingga 40 menit menyusuri sungai dengan kondisi arus yang cukup deras. Meski medan sulit, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Pandeglang itu disambut hangat dan penuh haru oleh masyarakat setempat.
Selain menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Patia dan Sukaresmi, Bupati Dewi juga menyempatkan diri mengunjungi rumah Sarminah, warga Desa Idaman yang melahirkan di tengah kondisi banjir. Peristiwa tersebut menjadi perhatian khusus karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi di situasi darurat.
Bupati Dewi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada bidan desa, aparat desa, serta warga yang sigap membantu proses evakuasi hingga Sarminah dapat melahirkan dengan selamat di fasilitas kesehatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu warga kami. Apa yang dilakukan ini semoga menjadi ladang ibadah dan membawa kebaikan bagi kita semua,” ujar Bupati Dewi.
Bupati Dewi juga mengimbau kepada aparat kecamatan, pemerintah desa, serta pihak puskesmas agar lebih proaktif melakukan pendataan dan penyisiran, khususnya terhadap ibu hamil di wilayah rawan banjir.
“Apabila sudah mendekati waktu persalinan, sebaiknya dilakukan evakuasi lebih awal ke tempat yang aman agar ibu dan bayi dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal,” tegasnya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bupati Dewi didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan, Camat Patia Supratman, Kepala Desa Idaman, serta Bidan Koordinator Puskesmas Patia, Lilis Sulastri.
Menindaklanjuti arahan Bupati, Lilis Sulastri menyatakan kesiapan pihak puskesmas untuk mengoordinasikan seluruh bidan desa, khususnya di wilayah rawan banjir, guna mengantisipasi dan melakukan langkah cepat apabila terdapat ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus.
“Siap, Ibu. Kami akan melaksanakan arahan tersebut dan terus berkoordinasi dengan bidan desa di lapangan,” tandasnya. (Bt72)***







Komentar