Abuya Muhtadi Dimyati Pimpin Deklarasi di Gedung DPRD: Muslimin Pandeglang Indonesia Harus Aman dari LGBT

BANTEN72– Abuya Muhtadi Dimyati Cidahu bersama Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) dan masyarakat Pandeglang  mendeklarasikan penolakan  keras terhadap LGBT di Pandeglang.

Deklarasi penolakan LGBT tersebut langsung dipimpin oleh Abuya Muhtadi Dimyati di ruangan Banmus DPRD Kabupaten Pandeglang, Rabu (22/7/2026).

” Malu, khawatir  LGBT bisi jero atau terlalu dalam.  Jadi intinya Muslimin,  Pandeglang  Indonesia harus aman dari  LGBT ,” tegas Abuya Muhtadi.

Sementara itu, Ketua RPM Pusat H. Abas menyatakan deklarasi tadi intinya menyatakan sikap penolakan keras terhadap LGBT.

Baca juga:  Organisasi M3P Dorong Duet Rano-Irna, Berpotensi Kuasi Pemilih Banten Utara dan Selatan

“Deklarasi dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi Dimyati dan para pimpinan DPRD juga mendukung terhadap deklarasi ini. Intinya Kabupaten Pandeglang harus bersih dari LGBT,” ujarnya.

Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Agus Khatibul Umam mendukung deklarasi penolakan LGBT yang dipimpin oleh Abuya Muhtadi dan RPM.

“Saya mendukung deklarasi penolakan LGBT yang dipimpin oleh Abuya Muhtadi,” katanya.

Baca juga:  Forkopimda Pandeglang Bagi-bagi Takjil ke Sejumlah Pengendara Motor dan Mobil

Hadir dalam deklarasi tersebut Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Agus Khatibul Umam, Tubagus Udi Juhdi, Asep Rafiudin dan H. E. Supriadi.

Sementara itu dalam deklarasi penolakan LGBT memuat beberapa point. Diantaranya

masyarakat Pandeglang menolak keras adanya LGBT, mendukung penuh fatwa MUI Nomor 57 tahun 2014 tentang lesbian, gay sodomi, dan pencabulan untuk segera disahkan menjadi Undang-undang.

Baca juga:  Sekretariat DPRD Pandeglang Gelar Media Gathering: Sekwan: Perkuat Sinegitas dan Nilai Silaturahmi

Kemudian menyatakan mendukung Perpres Nomor 111 tahun 2025, karena LGBT masuk dalam ancaman negara non milirer  dan meminta bupati dan DPRD untuk segera menginisiasi penerbitan Perbup LGBT.

Selain itu, meminta bupati dan jajaran untuk menyosialisasikan bahaya LGBT kepada seluruh aparatur pemerintah khususnya sekolah.

Dalam pernyataan sikap itu juga meminta kelompok LGBT agar segera bertaubat karena menimbulkan kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain. ***

Komentar