BANTEN72– Aktivitas wisata di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang tetap berjalan normal, aman dan kondusif.
Seluruh fasilitas dan operasional kawasan tetap berfungsi seperti biasa, mulai dari akomodasi, area pantai hingga berbagai aktivitas rekreasi yang menjadi daya tarik wisatawan.
Kondisi tersebut berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang masih dipantau oleh instansi terkait. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan dampak langsung terhadap wisatawan maupun operasional kawasan Tanjung Lesung.
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Yanuar (39), mengatakan tetap memilih Tanjung Lesung sebagai tujuan liburan bersama keluarganya. Rencana tersebut telah disiapkan sejak jauh-jauh hari.
Sebelum berangkat, Yanuar mengaku terlebih dahulu memantau informasi mengenai aktivitas GAK. Setelah mengetahui posisi Tanjung Lesung berada sekitar 50–60 kilometer dari GAK dan di luar radius bahaya yang direkomendasikan, ia memutuskan tetap melanjutkan perjalanan.
“Awalnya kami sempat mencari informasi dulu terkait erupsi ini. Setelah mengetahui lokasinya cukup jauh dari Tanjung Lesung, kami tetap melanjutkan rencana liburan. Sampai sekarang suasananya normal dan anak-anak juga menikmati liburannya,” kata Yanuar, yang menginap di Villa Bora, Tanjung Lesung Beach & Hotel.
Tanjung Lesung di Luar Radius 3 Kilometer
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, per 11 September 2026 periode pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Dalam laporan tersebut, kondisi cuaca di sekitar gunung api terpantau cerah hingga berawan, dengan angin lemah hingga sedang bertiup ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 26,5–29,5 derajat Celsius dengan kelembapan 67–83 persen.
Gunung api teramati dalam kondisi kabut 0–III. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 10–50 meter dari puncak.
Penyusun laporan PVMBG, Fahrul Roji, A.Md., merekomendasikan masyarakat, pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi serta rekomendasi resmi PVMBG dan BPBD setempat.
Sementara itu, Penyelidik Bumi Madya Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata, menjelaskan bahwa secara geografis Tanjung Lesung berada sekitar 50 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Dengan jarak tersebut, Tanjung Lesung berada di luar radius 3 kilometer yang menjadi batas rekomendasi untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, wisatawan tetap diimbau memperhatikan perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.***







Komentar