BANTEN72 – Memeriahkan Ulang Tahun ke-499 Jakarta, Museum dan Cagar Budaya unit Galeri Nasional Indonesia berkolaborasi dengan OE Foundation menghadirkan sosok yang berkontribusi besar dalam menghidupkan atmosfer kesenian di Jakarta, Oesman Effendi atau yang lebih dikenal sebagai OE, dalam Pameran Oesman Effendi (1919-1985) Arsip dan Karya. Pameran dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, H. Giring Ganesha Djumaryo pada Jumat, 26 Juni 2026 di Galeri Nasional Indonesia.
Diungkap para kurator pameran, Aminudin TH Siregar, Citra Smara Dewi, dan Karamina Puspitasari, di tengah polarisasi seni rupa Indonesia antara realisme sosial Yogyakarta dan akademisme formalis Bandung pada dekade 1950-1970-an, Jakarta muncul sebagai ruang liminal yang memungkinkan pencarian bentuk-bentuk artistik yang lebih terbuka.
Dalam konteks inilah OE menempati posisi penting dalam merintis seni lukis abstrak di Jakarta. Bagi OE, abstraksi bukanlah semata-mata mengadopsi modernisme Barat, melainkan upaya untuk mencipta bahasa visual yang berakar pada pengalaman batin.
Gagasan ini termanifestasi dalam konsep “Kesan Dalam”, yakni proses ketika pengalaman, ingatan, dan persepsi sensoris diregistrasi oleh kesadaran seniman sebelum dihadirkan kembali sebagai ekspresi visual. Dengan demikian, lukisan bukan sekadar tiruan realitas, melainkan rekonstruksi pengalaman yang telah diolah secara intuitif dan personal.
Pameran ini, menurut para kurator pameran, berupaya menempatkan kembali OE dalam historiografi seni rupa modern Indonesia: bukan hanya sebagai pelukis abstrak, tetapi sebagai pemikir yang menjembatani modernisme internasional dengan pengalaman artistik budaya Nusantara.
Melalui pembacaan ulang atas konsep “Kesan Dalam”, satu di antara yang utama selain menampilkan arsip, lukisan batik kontemporer dan sejumlah karya cukilan kayu, pameran ini membuka ruang untuk memahami kontribusi intelektual OE yang selama ini belum sepenuhnya memperoleh perhatian yang layak.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin menegaskan, “Penting untuk kembali menghadirkan sosok OE yang berperan besar dalam membentuk lanskap kebudayaan dan kesenian Indonesia.
Pameran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kebudayaan bangsa, sekaligus membuka ruang apresiasi dan pembacaan kritis terhadap warisan pemikiran serta praktik artistik OE. Kami berharap pameran ini dapat menjadi media bagi publik untuk lebih mengenal OE serta menginspirasi generasi masa kini untuk terus merawat semangat kreativitas”.
Pameran Oesman Effendi (1919-1985) Arsip dan Karya dapat dikunjungi publik mulai 27 Juni hingga 6 September 2026 di Gedung B lantai 1 Galeri Nasional Indonesia, setiap Selasa-Kamis pukul 10.00-18.00 dan Jumat-Minggu pukul 10.00-20.00 (tutup setiap hari Senin). *






Komentar