SMA Muhammadiyah Kota Serang Tumbuhkan Semangat Kartini

BANTEN72- Peringatan hari Kartini di SMA Muhammadiyah Kota Serang hari ini bertema, Kartini Muda Berprestasi di Era Gen Z. Acara yang dilaksanakan setelah Zuhur karena pertimbangan berbagi waktu dengan jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) disambut antusias oleh murid dan dewan guru. Mereka murid dan guru untuk yang perempuan memakai kebaya dan berkerudung, seperti aslinya Raden Ajeng Kartini yang berjilbab. Sementara yang laki-laki memakai batik bercelana hitam.

Menanggapi terkait tema Hari Kartini yang diusung,  Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Endang Yusro,saat diwawancarai mengatakan bahwa Kartini Muda adalah sebutan bagi generasi perempuan masa kini yang meneruskan semangat juang R.A. Kartini melalui pencapaian di berbagai bidang, mulai dari pendidikan sains, seni, olahraga hingga agama.

Baca juga:  BPBD Kota Cilegon Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Lebih jauh Endang menjelaskan, pentingnya mendorong perempuan sekarang untuk tidak ragu terjun ke bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), yang sering kali dianggap didominasi pria.

Wakasek ISMUBA (Keislaman, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Ekon Furqonah menambahkan dengan berkat semangat seorang R.A. Kartini yang religius telah melahirkan perempuan-perempuan Indonesia yang aktif bekerja dengan tidak meninggalkan tugas sebagai ibu rumah tangga.

Baca juga:  Pemerintah Perkuat Literasi Keuangan untuk Cegah Pencucian Uang dari Judi Online

Banyak wanita di luar bekerja sebagai sebagai dokter, guru, dosen, polisi, dsb. namun ketika di rumah menjadi ibu bagi keluarganya, begitu menurut Ekon. Di tempat berbeda, Wakasek Kurikulum, Ernydar Erham menggambarkan sosok Kartini di zaman para sahabat, seperti istri Nabi Saw., Siti Khadijah yang sukses di bidang ekonomi dan Siti Aisyah yang menjadi rujukan ilmu. Mereka berkontribusi, menciptakan karya nyata namun tetap dalam batasan syariat, begitu menurut Ernydar.

Baca juga:  Ratusan Warga Calungbungur Puas Pembayaran Karian

Sementara menurut Zulaikha murid Kelas X yang biasa akrab dipanggil Ika mengatakan tentang sosok Kartini, “Hari Kartini bukan cuma soal pakai kebaya, tapi soal bagaimana kita meneruskan langkah nyata beliau dalam memajukan pendidikan di lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Endang menambahkan, bahwa dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menyampaikan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia, tidak ada kegelapan yang abadi. Dari pemikiran itu, kita belajar bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk mengubah nasib, menggapai cahaya, dan membangun masa depan yang lebih cerah.*

Komentar