Wagub Banten Dimyati Natakusumah: Pers Pembela Rakyat dan Jembatan Pilar Demokrasi, Harus Tetap Menjaga Check and Balance

BANTEN72– Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai pembela kepentingan rakyat sekaligus jembatan utama antar pilar demokrasi dalam menjaga sistem check and balance di Indonesia.

Menurut Dimyati, pers sebagai pilar keempat demokrasi berfungsi menjembatani tiga pilar lainnya, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Peran tersebut sangat penting, baik di tingkat nasional maupun daerah, khususnya di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten.

“Pers itu pembela rakyat dan jembatan demokrasi. Dulu mungkin ada wartawan yang disekap karena pemberitaan, sekarang hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Saya sebagai Wakil Gubernur Banten akan membela wartawan jika diperlakukan sewenang-wenang,” tegas Dimyati saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diikuti ratusan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) se-Indonesia di Aula Pendopo Bupati Pandeglang, Jumat (6/2/2026).

Baca juga:  Pemerintah Fokus Jadikan MBG Investasi Gizi Masa Depan Anak Bangsa

Ia menambahkan, tanpa kehadiran media massa, masyarakat akan kehilangan sumber edukasi dan informasi yang kredibel. Selain itu, pers juga berperan penting dalam melawan hoaks yang marak di era digital.

“Tanpa media, tidak akan ada edukasi dan informasi. Pers juga melawan hoax. Media memegang peran penting sebagai pengelola dan penyampai informasi dunia,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Agus Khatibul Umam,  Ketua SMSI Banten Lesman Bangun, Sekretaris  Jenderal SMSI Pusat Makali Kumar, serta para Ketua SMSI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Hadir pula unsur Muspida Kabupaten Pandeglang dan para jurnalis lokal.

Baca juga:  Sambut Tahun Baru Dengan Aman dan Kondusif Jadi Tanggung Jawab Bersama

Dimyati menekankan, meskipun pers memiliki kebebasan, namun tetap harus bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik. Ia mengingatkan agar kecepatan informasi di era siber tetap diimbangi dengan akurasi dan keberimbangan.

“Di era digital ini media sangat cepat menyajikan berita faktual. Dalam konsep Einstein, media itu seperti menggowes sepeda, harus terus bergerak dan berputar cepat, tapi tetap menjaga keseimbangan,” katanya.

Ia berharap pers dapat membantu tugas pemerintah dalam menyampaikan informasi dan peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat secara cepat dan faktual. Dengan demikian, pemerintah dapat segera mengambil langkah dan kebijakan yang diperlukan.

“Kalau ada kejadian di publik, misalnya infrastruktur rusak atau jembatan terdampak bencana, segera dipublikasikan agar pemerintah bisa cepat mengakses informasi dan bertindak,” imbuhnya.

Baca juga:  Ribuan Personel Gabungan Siap Kawal Mudik Rakyat Aman

Sementara itu, Bupati Pandeglang Dewi Setiani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMSI Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Pandeglang yang telah memberikan kehormatan dengan menjadikan Pandeglang sebagai salah satu daerah yang disinggahi para jurnalis se-Indonesia dalam rangkaian HPN.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang, kami menyambut baik dan akan terus menjalin sinergi dengan insan pers. Semoga momentum Hari Pers Nasional ini semakin memperkuat peran pers menuju Indonesia Emas,” ujar Dewi.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi. Menurutnya, pers memegang peran penting dalam menyampaikan informasi dan pesan-pesan pembangunan pemerintah kepada masyarakat.

“Pers ikut membantu pemerintah dalam menyampaikan dan menyosialisasikan program-program pembangunan kepada masyarakat,” katanya.

Komentar