MODEL Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) di Tangerang merupakan contoh konkret penerapan ilmu sosial kontemporer dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan sosial dipahami sebagai kondisi ketika setiap individu memiliki kemampuan serta kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak, hidup sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta menikmati lingkungan yang aman dan harmonis. Atas dasar itu, program WKSBM di Kota Tangerang mendapat apresiasi karena menghadirkan inovasi berbasis kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif dan inklusif.
Berbeda dengan model birokratis yang bersifat top–down, WKSBM didesain melalui proses perencanaan bersama masyarakat. Masyarakat diberi ruang untuk aktif berpartisipasi dalam identifikasi masalah, perencanaan, hingga pelaksanaan kegiatan sosial dan ekonomi sesuai potensi lokal. Keberhasilan pendekatan ini tercermin dalam pembentukan Kampung Sejahtera Mandiri (KSM), yang mampu menggerakkan ekonomi komunitas, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat rasa memiliki dan solidaritas sosial di lingkungan warga.
Dengan memperkuat implementasi WKSBM, Kota Tangerang berpotensi menjadi contoh daerah yang mampu mengatasi persoalan sosial secara efektif melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Model ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kapasitas diri, membangun kemandirian ekonomi, serta menjaga nilai-nilai sosial yang menopang harmoni kehidupan bermasyarakat dan bernegara. WKSBM tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi menempatkan masyarakat sebagai pusat perubahan melalui pemberdayaan yang bersifat kolektif.
Program ini juga sejalan dengan gagasan transformasi sosial Mansour Faqih yang menekankan pentingnya keadilan sosial, partisipasi inklusif, serta penguatan modal sosial sebagai fondasi perubahan. WKSBM membuka ruang bagi masyarakat untuk memperluas jaringan sosial, meningkatkan kapasitas, dan menyelesaikan persoalan sosial secara mandiri. Dengan demikian, pendekatan ini membuktikan bahwa teori-teori ilmu sosial modern dapat diimplementasikan secara efektif dan menghasilkan perubahan nyata dalam konteks masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, penguatan dan pengembangan WKSBM perlu terus didukung oleh pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil agar model ini tidak hanya menjadi program administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial yang mendorong keadilan, partisipasi, dan pembangunan manusia yang lebih komprehensif serta berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Dengan pengembangan yang konsisten, WKSBM diharapkan menjadi salah satu tonggak penting kemajuan ilmu sosial di Indonesia—mendorong keluarnya ilmu sosial dari fase stagnasi menuju perubahan sosial yang bermakna dan berdampak luas.
Oleh: Salwa Shabrina Sholihah, Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P., Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang Kampus Serang





Komentar