Wakil Ketua DPRD Pandeglang Fuhaira Amin:  Ramadan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian dan Integritas

BANTEN72– Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum refleksi spiritual dan sosial bagi umat Islam. Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Fuhaira Amin, menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.

Menurut Fuhaira, Ramadan menghadirkan ruang kontemplasi yang mendalam bagi setiap individu untuk mengevaluasi diri. “Puasa melatih kita untuk jujur, sabar, dan disiplin. Nilai-nilai ini sangat relevan, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat,” kata Fuhara  saat ditemui di Pandeglang, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga:  Jaksa Agung: Rayakan Idul Fitri dengan Sederhana dan Bangun Kepekaan Sosial

Ia menambahkan, esensi puasa terletak pada kemampuan mengendalikan diri. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pengendalian diri menjadi fondasi penting  untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ramadan mengajarkan kita untuk merasa cukup, untuk tidak serakah, dan untuk selalu mengedepankan kepentingan bersama,” katanya.

Fuhaira juga menyoroti dimensi sosial Ramadan yang dinilainya sangat kuat. Tradisi berbagi takjil, santunan anak yatim, hingga pembayaran zakat dan infak merupakan bentuk nyata solidaritas sosial yang harus terus dipupuk.

Baca juga:  MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Pemerintah Lakukan Penyesuaian

“Kita diingatkan bahwa di sekitar kita masih banyak saudara yang membutuhkan uluran tangan. Ramadan adalah pengingat agar kita tidak abai terhadap realitas sosial,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat Pandeglang menjadikan Ramadan sebagai titik awal memperkuat persatuan. Dalam suasana yang penuh keberkahan, perbedaan pilihan politik maupun latar belakang sosial seharusnya tidak lagi menjadi sekat.

Baca juga:  Sopir Angkot Mogok Narik, Anak Sekolah di Pandeglang Pulang Jalan Kaki

“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan membangun Pandeglang dengan semangat kebersamaan,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Fuhaira berharap nilai-nilai Ramadan tidak berhenti saat bulan suci berakhir.

 “Yang terpenting adalah bagaimana semangat kejujuran, empati, dan kepedulian itu terus kita jaga sepanjang tahun. Itulah makna puasa yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Bt72)***

Komentar