BANTEN72- Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita mengajak masyarakatnya agar jangan bersikap golput pada Pemilu serentak tahun 2024.
Hal itu dikatakan Irna usai mencoblos atau menyalurkan hak pilihnya di TPS 20 Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
“Jangan golput, karena kita ini bagian dari pelaku sejarah, pelaku pembangunan. Jadi jangan egois, saya berharap di Pandeglang yang golput 0 persen,”kata Irna usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 20 yang berlokasi di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Rabu (14/2/2024).
Irna meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan tindakan memaksa atau mengintimidasi masyarakat dalam menentukan hak pilihnya pada Pemilu serentak tahun 2024.
“Sampai jam 13.00 WIB ini, jangan sampai memberikan signal-signal untuk memaksa, untuk menggiring opini dan lain sebagainya, biarkan masyarakat datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nuraninya,” katanya.
Ia menyatakan , dengan hadirnya masyarakat ke TPS merupakan salah satu bukti kecintaan masyarakat terhadap negara, yang dimana masyarakat memiliki keinginan agar dimasa kepemimpinan yang akan datang Indonesia bisa lebih maju dan berkembang.
“Masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS untuk bagaimana menentukan nasibnya untuk 5 tahun kedepan, sehingga tanpa disuruhpun mereka mempunyai kepedulian yang tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut Irna berharap pelaksanaan pemungutan suara Pemilu serentak tahun 2024 di Kabupaten Pandeglang ini, dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.
“Semoga Pemilu serentak tahun 2024, yang berlangsung hari ini, berjalan dengan lancar tidak ada hal-hal yang mencederai demokrasi,” katanya.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 20, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, Ramdani mengatakan, bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi Bupati saat mencoblos. Adapun DPT di TPS 20 Kelurahan Cigadung berjumlah 259 jiwa.
“Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 259, dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 128 dan pemilih perempuan sebanyak 131. Salah satunya Ibu Irna Narulita, kita pastikan tidak ada perlakuan khusus,” katanya.
Komentar