BAHASA daerah merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan karakter masyarakat. Namun, di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa nasional maupun asing, eksistensi bahasa daerah, termasuk Bahasa Jawa Banten, mulai mengalami kemunduran, khususnya di kalangan generasi muda. Melihat kondisi tersebut, diperlukan upaya konkret untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah agar tetap hidup dan berkembang.
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa pascasarjana Universitas Bina Bangsa pada tanggal 29 Juli 2025 di SDN Sepang. Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Bahasa Jawa Banten” sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap pelestarian bahasa dan budaya lokal melalui pendidikan dasar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran dan semangat baru, baik dari pihak pendidik maupun peserta didik, dalam menggunakan dan memelihara Bahasa Jawa Banten sebagai bagian dari identitas lokal yang tak ternilai harganya.

Dalam rangka menyebarkan inovasi pendidikan, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) melaksanakan kegiatan Pengimbasan Revitalisasi di lingkungan SDN Sepang, Kota Serang. Program yang melibatkan mahasiswa Fitria Handayani, Dini Wahdini, Fauziah, dan Novi Puspamandiri di bawah bimbingan Dr. Nuryati, M.Pd. ini juga dihadiri oleh Abdul Hadi perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Serang.
Kegiatan yang berlangsung melalui penyampaian materi secara langsung bertujuan untuk menguatkan praktik berbagi pembelajaran (pengimbasan) antarsekolah. Sebagai bagian dari PKM, kegiatan ini menitikberatkan pada penggunaan metode kreatif seperti pembelajaran berbasis proyek, microteaching, Pembukaannya diawali oleh Kepala SDN Sepang, dilanjutkan sambutan dari Dinas Pendidikan Kota Serang. Tim mahasiswa kemudian mempresentasikan rencana pengimbasan:
- Penguatan kapasitas guru dengan microteaching – Penerapan inovasi digital dalam pembelajaran
Kegiatan semakin menarik melalui sesi diskusi, tanya jawab, hingga observasi tatap muka di kelas.
Hasil positif dari kolaborasi inovatif ini antara lain:
- Tersusunnya rancangan program pengimbasan berkelanjutan
- Peningkatan kompetensi guru dalam strategi pembelajaran kreatif
- Terjalinnya kerja sama yang solid antara SDN Sepang, Dinas Pendidikan, serta pihak kampus
Sebagai penutup, Dr. Nuryati menyampaikan: “Revitalisasi ini bukan sekadar kegiatan mahasiswa, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial kampus yang ingin mendorong inovasi pembelajaran luar ruang kampus.”

Mengapa ini penting?
Dengan adanya kegiatan ini, SDN Sepang tidak hanya menjadi lokasi kunjungan biasa, tetapi model bagaimana kampus dan sekolah bisa berbagi sumber daya dan inovasi. Keberadaan Dinas Pendidikan Kota Serang di acara tersebut juga menjadi bukti dukungan kebijakan bahwa inovasi pembelajaran harus terus disebarkan ke sekolah lain secara sistematis.*





Komentar