BANTEN72-Museum Batik Indonesia, salah satu unit Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency) akan menghadirkan pameran temporer KukuruYUK!: Ragam Motif Ayam dalam Batik Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2025. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon pada Senin, 20 Oktober 2025 di Museum Batik Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Abi Kusno menyebutkan bahwa Pameran KukuruYUK! adalah kesempatan untuk melihat bagaimana kehangatan dan filosofi batik Indonesia bisa berangkat dari hal-hal yang sederhana, seperti ayam, namun ternyata menyimpan sudut pandang masyarakat Nusantara dalam memandang kehidupan.
Pameran KukuruYUK! menyoroti bagaimana sosok ayam sebagai hewan yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, menjadi sumber inspirasi dalam dunia batik. Sejak lama, ayam hadir dalam keseharian masyarakat Indonesia: dari halaman rumah, dalam upacara adat, hingga tergambar di benda-benda sehari-hari seperti setrika arang, celengan, mangkuk bakso, dan kain tenun. Kedekatan ini menjadikan ayam bukan hanya simbol keseharian, tetapi juga lambang kesuburan, keberanian, dan semangat hidup yang kemudian dituangkan para pembatik dalam beragam motif di berbagai daerah Nusantara.
Pameran KukuruYUK! menampilkan 26 koleksi batik yang terdiri dari 24 koleksi milik Museum Batik Indonesia, dan 2 koleksi pinjaman dari pemerhati batik Nusantara. Pameran temporer ini bisa dikunjungi publik mulai 21 Oktober 2025 sampai Desember 2025, pada Selasa – Minggu pukul 09.00 -15.00 WIB. Untuk mengunjungi pameran ini, pengunjung cukup membeli tiket masuk Kawasan Taman Mini Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pameran KukuruYUK! dan program publik dalam rangka perayaan Hari Batik Nasional, akan dipublikasikan melalui media sosial resmi Museum Batik Indonesia, @mbatik.id.
Tentang Museum Batik Indonesia
Diresmikan pada 2 Oktober 2023, Museum Batik Indonesia hadir dengan semangat untuk membangun ekosistem batik yang berkelanjutan. Melalui pameran, riset, dan edukasi, museum ini berupaya memperluas pengetahuan tentang batik di seluruh Nusantara, sekaligus membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal dan menghayati batik lebih dekat. Bernaung di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya, Museum Batik Indonesia menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi komunitas, organisasi, dan mitra yang memiliki visi serupa dalam memajukan batik. Bersama, museum ini meneguhkan komitmen agar batik senantiasa hidup, berkembang, dan dikenal dunia—sebagai warisan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya makna dan identitas bangsa.
Tentang Museum dan Cagar Budaya
Museum dan Cagar Budaya (MCB) merupakan Badan Layanan Umum yang mengelola museum dan cagar budaya di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang saat ini ber¬tanggung jawab atas pengelolaan 19 museum serta sejumlah situs cagar budaya di Indonesia. Terbentuk pada tahun 2022 dan diresmikan menjadi badan layanan umum per 1 September 2023, MCB mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.*





Komentar