Irna Narulita Diangkat sebagai Komisaris Utama ITDC, BUMN Pengelola Kawasan Pariwisata Nusa Dua dan Mandalika

BANTEN72 – Mantan Bupati Pandeglang dua periode, Hj. Irna Narulita, resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), yang merupakan bagian dari holding BUMN pariwisata, InJourney. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan yang diserahkan pada Senin, 30 Juni 2025, di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta.

Dalam jajaran Dewan Komisaris ITDC yang baru, Irna akan didampingi oleh empat komisaris lainnya, yaitu Asnaedi, Ari Sihasale, Faldo Maldini, dan Ekos Albar.

Baca juga:  Penguatan SDM Hilir Jadi Fokus Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

“Alhamdulillah, saya mendapat amanah untuk menjabat sebagai Komisaris Utama ITDC bersama empat dewan komisaris lainnya. Ini adalah kepercayaan besar dari negara, dan saya siap menjalankan tugas untuk mendukung pengembangan serta pengelolaan pariwisata Indonesia,” ujar Irna Narulita istri dari Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah saat dihubungi Kabar Banten, Rabu (2/7/2025).

Irna menjelaskan, ITDC merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengembangan kawasan pariwisata nasional. Saat ini, ITDC fokus pada pengelolaan dua destinasi strategis kelas dunia, yakni The Nusa Dua di Bali dan The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga:  Bupati Pandeglang Irna Narulita Lepas Jemaah Haji Kloter 62

“Dari Nusa Dua hingga Mandalika, kami tidak hanya membangun destinasi, tetapi juga menghadirkan ruang untuk pertumbuhan ekonomi, harmoni budaya, dan pariwisata yang berkelas dunia,” ungkap Irna.

Ia menambahkan bahwa ITDC dan InJourney berkomitmen untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Menurutnya, kawasan Nusa Dua dan Mandalika bukan hanya destinasi, tetapi wajah Indonesia di mata dunia.

Baca juga:  Indonesia Siap Umumkan Swasembada Pangan pada Akhir Tahun 2025

“Nusa Dua dan Mandalika adalah ikon masa depan pariwisata Indonesia—berkelas dunia, ramah lingkungan, dan kaya nilai budaya,” tutur Irna. ***

Komentar