BANTEN72 – Investasi dalam ekonomi digital adalah penanaman modal pada instrumen berbasis teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi modern yang cepat dan inklusif.
Perkembangan ekonomi dan investasi digital saat ini tumbuh sangat pesat dan diproyeksikan, didorong oleh tingginya adopsi teknologi serta penetrasi internet di masyarakat.
Bahkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Tren investasi digital saat ini didorong oleh kemudahan akses melalui aplikasi multiaset, adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pusat data, dan minat tinggi generasi muda.
Perkembangan teknologi digital telah memberikan perubahan besar dalam dunia investasi. Dulu, hanya sebagian kecil orang yang memiliki akses ke pasar keuangan, namun kini semua orang bisa berinvestasi dengan lebih mudah berkat teknologi.
Investasi digital tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga dampak yang signifikan terhadap pasar keuangan global.
Melihat peluang terbuat Bybit Indonesia bersama Crypto Banten Community akan menghadirkan Grand Launching Bybit Indonesia di Hotel Horison TC UPI, Serang, Banten pada 27 September 2026.
Pada acara terbut akan hadir para praktisi, community leaders, serta figur dari industri crypto, Web3, investasi, dan ekosistem bisnis di Banten.
Nara sumber yang akan hadir pada acara tersebut menurut panitia pelaksana Rizky Ramadhan adalah CEO Bybit Indonesia Mr. Lawrence, Marketing Bybit Indonesia Budi Rahayu, Ketua Umum HIPMI IPO Budi Ridhollah, Web3 KOL & Influencer Pikboltz, dan dari Crypto Banten Community Rizky.
“Dalam acara tersebut juga akan diadakan workshop dan conference untuk mempertemukan berbagai stakeholder dan pelaku ekosistem digital,” ujar Rizky.
Rizky menambahkan, sekarang adalam era digital, sebuah momentum untuk saling connect, learn, and explore new opportunities di tengah perkembangan investasi dan ekonomi digital.
Ia melanjutkan, salah satu keuntungan utama dari investasi digital adalah aksesibilitas. Dulu, untuk berinvestasi, seseorang harus memiliki modal yang besar atau melalui proses yang rumit. Namun kini, hanya dengan perangkat smartphone dan koneksi internet, siapa pun bisa memulai investasi dengan jumlah yang relatif kecil. Hal ini membuat investasi lebih inklusif, sehingga semua orang, dari berbagai latar belakang, bisa ikut serta.
“Sebagai generasi yang tumbuh di era digital kita harus bias menangkap peluang di era baru. Kita jangan sampai hanya menjadi penonton, “ tambah Rizky.*





Komentar