Disnakertrans Kabupaten Serang Susun Pelatihan Tepat Sasaran

BANTEN72 – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang melakukan pemetaan potensi wilayah untuk menentukan jenis pelatihan kerja yang tepat sasaran. Langkah ini dilakukan agar penyerapan tenaga kerja lebih maksimal dan angka pengangguran terus turun.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang Diana A Utami mengatakan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Serang terus menunjukkan tren penurunan tajam dari 12,22 persen di tahun 2021 menjadi 8,73 persen saat ini.

“Turunnya cukup tajam dari 12,22 persen ke 8,73 persen. Kita berharapnya menurun lagi. Sekarang BPS lagi survei angkatan kerja nasional atau Sakernas pada bulan Agustus, rilisnya biasanya Oktober,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

Diana menyebut meski secara umum turun, ada daerah tertentu dengan kawasan industri tetapi penganggurannya masih tinggi, seperti Cikande, Kramatwatu, dan beberapa kecamatan lain. Oleh karena itu, dirinya pun mencoba melakukan kajian dengan mahasiswa dari UIN dan Untirta yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), agar bisa membantu cari solusi.

“Kita petakan masing-masing daerah. Contohnya Kecamatan Cikande, kawasan industri terpadu penduduknya tinggi, potensi sektor yang berkembang industri manufaktur dan logistik. Kalau Kramatwatu penyangga perkotaan pertumbuhannya cepat, cocoknya perdagangan, jasa, dan konstruksi,” katanya.

Ia mengatakan dari kajian di 8 kecamatan sampel yakni Cikande, Kramatwatu, Ciruas, Kragilan, Jawilan, Pamarayan, Anyer dan Kibin, ditemukan fakta bahwa banyak warga tidak terserap industri karena ketidaksesuaian skill.

“Kenapa tidak terserap? Karena mengandalkan sektor industri padahal skill-nya tidak masuk. Kalau tidak bisa masuk industri, jangan dipaksakan, diarahkan ke wirausaha,” ujarnya.

Menariknya, pengangguran saat ini didominasi perempuan usia produktif. Hal itu akibat tren industri padat karya yang melakukan efisiensi, serta pergeseran kebutuhan kerja di era digital.

“Pengangguran tertinggi didominasi perempuan. Karena industri padat karya banyak efisiensi. Ternyata kebutuhan pelatihan paling tinggi itu jualan online, digital marketing, gorengan dan masakan siap saji. Listrik, bengkel malah di bawah,” tuturnya.

Menurutnya, pelatihan digital marketing dan jualan online sangat diminati karena bisa dikerjakan dari rumah sambil mengurus keluarga.

Ke depan, Disnakertrans akan berkolaborasi dengan Diskoumperindag dan Dinsos untuk memperkuat sektor informal dan UMKM agar tidak hanya berharap pada sektor formal.

“Informasi ketenagakerjaan ini belum sampai ke desa. Kalau ada program internet sampai desa dari Kominfo, harusnya sosialisasi Ketenagakerjaan juga. sampai desa,” katanya.

Terkait data, penurunan TPT dari 9,18 persen ke 8,73 persen setara dengan penurunan sekitar 3.000 orang penganggur. Namun tantangan masih ada karena setiap tahun ada lulusan baru, PHK, dan pendatang yang belum bekerja ikut terdata saat survei.

“Target tahun ini mudah-mudahan bisa turun lagi, tapi berat kalau sampai lima persen, karena selalu ada yang lulus, ada PHK, ada pendatang,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Agus Wahyudiono menilai penting dalam melakukan pemetaan potensi ketenagakerjaan. Sebab hal itu bisa mengurangi angka pengangguran.

Dirinya pun mengaku pernah berdiskusi langsung dengan Kadisnaker, perusahaan dan masyarakat, bahwa pengangguran terjadi karena tidak seimbangnya jumlah lulusan dan lowongan yang tersedia. Untuk itu tidak semua harus didorong jadi karyawan perusahaan tapi bisa bekerja mandiri.

“Kita tidak harus berpikir kerja sebagai pekerja pabrik atau karyawan negeri dan swasta tapi harus berpikir mandiri atau bahkan bisa menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Misalkan pihaknya sempat mendampingi Disnakertrans untuk mengikuti pelatihan di Balai Diklat Jakarta, disana masyarakat dilatih agar punya kompetensi seperti menjahit, service motor, ngelas dan lainnya. Outputnya masyarakat itu tidak jadi karyawan pabrik saja tapi bisa buka lapangan kerja sendiri.

“Hal itu perlu untuk terus ditingkatkan sesuai minat dan potensi masyarakat tersebut,” katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Serang Muhamad Najib Hamas berkomitmen terus mengurangi angka pengangguran dengan membuka seluas-luasnya kesempatan vokasi, pelatihan kerja, dan pemagangan. Kolaborasi lintas OPD, Forum HRD, dan Apindo diharapkan mempercepat penyerapan tenaga kerja.

“Jadi ini semua OPD lintas, kemudian forum HRD, Apindo itu diharapkan bisa mengirim peserta untuk pelatihan kerja,” ujarnya.

Pelatihan diperuntukkan bagi calon tenaga kerja pemula maupun upskill karyawan yang sudah bekerja. Semua OPD sudah menyampaikan kebutuhan spesifik dan Disnaker akan melakukan pemetaan berbasis kecamatan atau zona.

“Jadi semuanya kita akan kirim sesuai jadwal masing-masing, baik pelatihannya di BLK maupun di tempat perusahaan atau di kecamatan itu bisa,” ucapnya.

Upskill disesuaikan kebutuhan industri. Untuk Serang Barat ada welder, fitter, digital marketing. Sementara Serang Timur ada pelatihan pertukangan untuk program BSPS di DPRKP agar tukang kampung punya standar.

“Setahun terakhir Pemkab Serang mampu menurunkan TPT lebih dari 1 persen atau setara 3.000 orang. Tahun ini diharapkan bisa dimaksimalkan,” tuturnya.

Mahasiswa Untirta Resty Apriani menilai pengangguran di Kabupaten Serang tidak bisa hanya diselesaikan dengan menunggu lowongan pabrik. Adapun langkah pemetaan Disnakertrans di 8 kecamatan dinilai sudah tepat, karena setiap wilayah punya potensi berbeda.

“Solusinya itu harus dua jalur. Pertama, pelatihan yang link and match dengan industri seperti welder dan fitter untuk wilayah Serang Barat, tapi kedua, yang paling penting sekarang adalah mendorong wirausaha digital,” ujarnya.

Karena kata dia, data menunjukkan perempuan usia produktif yang paling banyak menganggur, pelatihan jualan online dan digital marketing itu sangat relevan, bisa kerja dari rumah.

Kedua, informasi lowongan dan pelatihan harus sampai ke desa. Jangan hanya di Instagram Disnaker.

“Kam mahasiswa siap jadi jembatan sosialisasi ke kecamatan dan desa, agar teman-teman yang tidak terserap industri bisa buka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja,” katanya. ***

Komentar