BPBD Kabupaten Serang Perkuat Koordinasi dengan Berbagai Pihak

BANTEN72 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang sebagai garda terdepan penanggulangan bencana, terus berupaya melakukan mitigasi bencana. Bahkan untuk menjamin keselamatan masyarakat Kabupaten Serang, personel di BPBD disiapkan 24 jam, dan fungsi koordinasi terus diperkuat.

Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Ade Ivan Munasyah mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan kondisi di Kabupaten Serang. Menyikapi intensitas hujan serta cuaca belakangan ini, BPBD terus melakukan siaga bencana.

Personel BPBD Kabupaten Serang membantu penanganan laka laut di Pantai Anyer- Cinangka.
Personel BPBD Kabupaten Serang membantu penanganan laka laut di Pantai Anyer- Cinangka.

“Disamping memang ada petugas petugas yang melaksanakan piket 24 jam tidak mengenal liburan, kami juga berkoordinasi baik dengan berbagai pihak,” ujarnya belum lama ini.

Diantaranya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Cidurian dan Ciujung (BBWSC3). Dimana BBWSC3 memiliki tanggung jawab terkait dengan tiga sungai besar yang masuk wilayah Kabupaten Serang.

Baca juga:  Pemprov Banten dan Aliansi Buruh Sepakat Menjaga Hubungan Industrial

“Kita berkoordinasi dalan rangka monitoring sejauh mana debit air yang masuk ke wilayah Kabupaten Serang,” ucapnya.

Selain dengan balai juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan cuaca. Karena biasanya hujan turun di Kabupaten Serang disertai cuaca ekstrem, angin puting beliung seperti yang belum lama terjadi di Tunjung teja dan Cikande.

“Jadi kita terus berupaya melaksanakan fungsi koordinasi. Karena kalau sudah terjalin koordinasi paling tidak bisa meringankan atau memperkecil kendala kendala saat terjadi penanganan,” tuturnya.

Personel BPBD Kabupaten Serang saat menertibkan pohon tumbang.
Personel BPBD Kabupaten Serang saat menertibkan pohon tumbang.

Selama ini diakui Ade Ivan, bahwa koordinasi dengan seluruh unsur telah terjalin. Bahkan dengan DLH pun telah dijalin koordinasi, terkait sampah yang disebabkan pohon tumbang. Dengan koordinasi, penanganan di lapangan bisa bersinergi.

Baca juga:  Peluang Emas, Disnakertrans Banten Buka Pelatihan Kerja Gelombang 3 Tahun 2025, Catat Persyaratannya

Kedepan BPBD juga berharap di Kabupaten Serang bisa terbentuk tim satgas penanganan pohon yang sudah tua atau harus ditebang. Sebab apabila dibiarkan dan roboh, pohon tersebut bisa menjadi penyebab bencana.

“Saat ini di Kabupaten Serang keberadaan pohon tua cukup banyak, khususnya di wilayah Anyer Cinangka. Selama ini penanganannya difasilitasi oleh camat, kita diperbantukan untuk penanganan menebang pohon-pohonnya, LH juga dengan mobil nya siap membantu,” ucapnya.

Dengan ada gotong royong atau sinergi penanganan pekerjaan menjadi lebih mudah.

“Jadi kita harapkan dibentuk tim satgas penanganan pohon yang sudah tidak layak,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya juga ingin melibatkan perhutani sebab berkaitan dengan ahli yang bisa menghitung usia dan jenis pohon. Sehingga bisa diketahui apakah masih layak atau harus ditebang.

“Jangan sampai salah perhitungan terus roboh kena angin kencang, atau karena pergeseran tanah. Jadi kalau memang berbahaya ditebang,” ujarnya.

Baca juga:  Disporapar Kabupaten Serang Siap Sukseskan Popda dan Porprov

Diakui dia selama ini banyak kejadian pohon tumbang di Kabupaten Serang selama cuaca ekstrem. Sehingga keberadaan tim satgas tersebut sangat dibutuhkan.

“Apalagi cuaca masih ekstrim banyak hujan dan angin kencang, setidaknya kita harus antisipasi,” tuturnya.

Kemudian, walau saat ini masih ada keterbatasan sarana prasarana, namun pihaknya terus memperkuat koordinasi. Sehingga ketika terjadi bencana pihaknya menerima laporan, hasil asesmen, digodok dan diolah. Kemudian dikoordinasikan hingga ke Basarnas, BPBD Provinsi Banten, DPUPR terkait alat alat yang dibutuhkan.

“Apabila ada alat alatnya kita pinjam, sehingga bisa tertangani,” ucapnya.

Sekban juga memastikan bahwa pemetaan daerah rawan bencana telah dilaksanakan. Semua yang sudah pernah terjadi bencana telah terdata.

Selama musim cuaca ekstrem ini, ada beberapa potensi bencana yang harus diwaspadai masyarakat. Diantaranya ada banjir, angin puting beliung, longsor atau pergerakan tanah. (Adv)***

Komentar