100 Hari Kerja Andra Soni–Dimyati Natakusumah, Wakil Ketua DPRD Pandeglang: Bukti Kerja Nyata untuk Rakyat Banten Selatan

BANTEN72-  Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Fikri Pebriansyah mengapresiasi capaian 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah yang jatuh pada Kamis, 30 Mei 2025.

Menurut Fikri, dalam kurun waktu yang singkat, pasangan pemimpin baru ini telah menunjukkan komitmen dan kerja nyata yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di wilayah Banten Selatan.

Fikri yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Pandeglang, menilai bahwa duet Andra-Dimyati telah mengambil langkah-langkah strategis dan progresif dalam mengatasi ketimpangan pembangunan antara Banten Utara dan Selatan. Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu wilayah yang merasakan manfaat dari kebijakan tersebut.

“Usai dilantik, Bang Andra langsung turun ke bawah, menemui masyarakat dan memetakan masalah secara langsung. Ini bukan sekadar simbolik, tapi bagian dari upaya nyata mencari solusi konkret di sektor-sektor penting seperti infrastruktur, pendidikan, dan pertanian,” ujar Fikri pada Ahad (1/6/2025).

Baca juga:  Pasangan Dewi-Iing Sudah Punya Tiket   Pilkada  Pandeglang 2024, Cukup Menang Satu Putaran

Program Prioritas yang Menyentuh Kebutuhan Dasar

Selama 100 hari kerja, Gubernur Andra Soni meluncurkan sejumlah program unggulan yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan Jalan Usaha Tani (JUT). Program ini difokuskan untuk membuka akses jalan dan meningkatkan produktivitas ekonomi pedesaan.

 “Walau dalam kondisi efisiensi anggaran, Gubernur tetap fokus pada pembangunan infrastruktur strategis. Contohnya, pembangunan jembatan di Kampung Cimoyan, Desa Ciherang, Kecamatan Picung, serta perbaikan sejumlah ruas jalan penghubung di Pandeglang,” jelas Fikri.

Pendidikan Gratis dan Visi Jangka Panjang

Di sektor pendidikan, Fikri menyoroti langkah progresif Gubernur Andra Soni yang menggulirkan program sekolah gratis untuk siswa SMA, SMK, dan sederajat. Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan akses pendidikan di daerah pelosok dan mengurangi beban ekonomi keluarga.

Baca juga:  Namanya Masuk Daftar Figur Bupati dari PKB, Mulyadi Tunggu Restu Ulama Pandeglang

“Beban biaya pendidikan jadi berkurang, dan mimpi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan menengah jadi lebih dekat. Ini bukti keberpihakan kepada masyarakat bawah,” tambahnya.

Tak hanya itu, kepemimpinan Andra-Dimyati juga ditandai dengan kebijakan pemberian bantuan keuangan desa sebesar Rp100 juta untuk masing-masing dari 1.238 desa di Provinsi Banten. Program ini disertai dengan kewajiban mencetak minimal satu sarjana dari tiap desa sebagai bentuk investasi jangka panjang di bidang SDM.

 “Visi ini tidak hanya menyentuh aspek pembangunan fisik, tetapi juga menyasar pembangunan manusia secara holistik. Ini harus kita dukung bersama,” tegas Fikri.

Baca juga:  Tahapan Pileg, Restu: KPU Pandeglang Fokus Pencermatan  Rancangan DCT

Harapan Baru untuk Pemerataan Pembangunan Banten

Dengan berbagai program yang telah direalisasikan selama 100 hari pertama, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah dinilai telah membuka babak baru dalam pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di Provinsi Banten.

 “Kami berharap semangat kerja nyata ini terus berlanjut. Ini baru 100 hari, masih banyak tantangan ke depan. Tapi awal yang kuat seperti ini membuat kami di daerah optimis dan siap bersinergi,” pungkas Fikri.

Kehadiran kepemimpinan baru ini memberikan harapan besar bagi percepatan pembangunan di wilayah Banten Selatan, sekaligus menegaskan pentingnya pemimpin yang mau turun langsung dan bekerja bersama rakyat. ***

Komentar