Bakti Bertumbuh, Asa Berlabuh di Bumi Cianjur

BANTEN72 – Cianjur pagi itu hujan shalawat dan doa di Kompleks Madrasah Tanwiriyyah Sindanglaka, Cianjur, Kamis 20 Agustus 2026. Ribuan santri, guru, alumni, dan tamu undangan memadati lapangan untuk memperingati Milad ke-80 Yayasan Madrasah Tanwiriyyah Cianjur dengan tema “Bakti Bertumbuh, Asa Berlabuh”.

Acara puncak tahun ini terasa berbeda. Kehadiran Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasihmenjadi penanda bahwa lembaga pendidikan Islam tertua di Cianjur ini bukan hanya milik santri, tapi juga kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Banten.

 

8 Dekade Pengabdian

Tanwiriyyah, yang secara bahasa berarti “bersinar”, telah 80 tahun menebar cahaya pendidikan. Dari gubuk sederhana hingga menjadi yayasan besar dengan ribuan alumni, perjalanan panjang ini diapresiasi langsung oleh pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Cianjur M. Wahyu Ferdian menyampaikan doa dan harapan.

“Semoga Tanwiriyyah terus menyinari Cianjur dan Indonesia. Delapan puluh tahun keberkahan ini mudah-mudahan melahirkan generasi yang adil, makmur, dan berakhlak. Kami pemerintah daerah siap mendukung setiap langkah Tanwiriyyah,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi konsistensi yayasan dalam menjaga nilai keislaman di tengah arus zaman. Baginya, Tanwiriyyah adalah bukti nyata bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu bertahan dan tumbuh tanpa kehilangan jati diri.

Baca juga:  Transmigrasi Patriot Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan dan Kebutuhan Masyarakat

 

Tantangan Orang Tua di Era Digital

Puncak acara diisi dengan Tausiyah kebangsaan oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih. Dengan tema “Tantangan Orang Tua di Era Digital”, jenderal yang akrab disapa “Jenderal Santri” ini mengajak seluruh hadirin kembali pada tiga pilar utama: Allah, Al-Qur’an, dan Rasulullah.

“Kalau ingin sukses, libatkan Allah di setiap langkah. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan Rasulullah sebagai suri teladan. Santri tangguh, insyaAllah Indonesia maju,” tegas Kosasih di hadapan ribuan santri.

Kosasih menekankan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya ekonomi, tapi derasnya arus informasi. Hoaks, media sosial, hingga pergaulan bebas bisa merusak karakter anak jika orang tua abai.

“Orang tua harus jadi pembimbing, pengawas, sekaligus sahabat. Jangan sampai anak kita lebih dekat dengan gawai daripada dengan orang tuanya sendiri,” pesannya.

Menariknya, ini bukan kali pertama Mayjen Kosasih menginjakkan kaki di Tanwiriyyah. Ia mengenang pernah mengawal Bapak Hamzah Haz saat menjabat Wakil Presiden RI ke lembaga ini. Pengalamannya sebagai marbot masjid saat sekolah juga dijadikan contoh bahwa menghidupkan masjid sejak dini berdampak besar pada pembentukan karakter.

Baca juga:  Optimalisasi Tata Kelola MBG Langkah Nyata Tingkatkan Layanan Gizi Anak

“Masjid itu sekolah pertama. Dari sanalah lahir kedisiplinan, adab, dan cinta pada ilmu,” kenangnya.

 

Launching Wakaf Kampus 2

Rangkaian Milad 80 tahun juga diisi dengan launching gerakan wakaf untuk pembangunan Kampus 2 Tanwiriyyah. Gerakan ini disambut antusias oleh berbagai pihak. Hadir mendukung Pimpinan PT. Akira Humaira Porangkaya Suhendar, dan siswa LPK Orieda Candramawa Indonesia bidang ketenaga kerjaan program ke Jepang. Hadir juga jajaran Himpunan Alumni Pascasarjana Fakultas Psikologi UNPAD, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI).

BSI turut merayakan hari jadi Yayasan Madrasah Tanwiriyyah dengan  menyerahkan “Nasi Tumpeng Milad” dan program tabungan umroh khusus untuk para guru Tanwiriyyah. Kapolres Cianjur juga turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan generasi muda yang dilakukan yayasan.

Ketua Umum Yayasan Madrasah Tanwiriyyah, Berliana Kartakusumah, dalam prakatanya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.

“80 tahun bukan waktu sebentar. Ini hasil kerja keras para pendiri, guru, orang tua, dan masyarakat. Semoga sinar Tanwiriyyah terus berdampak bagi umat,” tuturnya.

 

Makna “Bakti Bertumbuh, Asa Berlabuh”

Tema tahun ini dipilih bukan tanpa alasan. “Bakti” menggambarkan pengabdian para guru dan pengurus yang tak pernah padam. “Bertumbuh” merujuk pada perkembangan lembaga dari sisi jumlah santri, fasilitas, hingga jaringan alumni. Sementara “Asa Berlabuh” adalah harapan besar: agar lulusan Tanwiriyyah menjadi nahkoda yang membawa perubahan di masyarakat.

Baca juga:  Judi Daring 100 Persen Penipuan dan Hanya Menguntungkan Bandar

Dengan usia 80 tahun, Tanwiriyyah membuktikan diri sebagai lembaga yang adaptif. Di satu sisi menjaga tradisi, di sisi lain menjawab tantangan zaman. Dari pengajian kitab kuning hingga literasi digital, dari pembinaan akhlak hingga program kewirausahaan santri. Ada sumbangan alat daur ulang minyak jelantah menjadi barang siap pakai lainnya.

 

Harapan ke Depan

Penutupan acara ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Para santri bersorak, para guru meneteskan air mata haru. Bagi mereka, Milad ini bukan sekadar seremoni, tapi pengingat amanah.

“Semoga di usia ke-80 ini, Tanwiriyyah semakin bersinar. Bukan hanya untuk Cianjur, tapi untuk Indonesia,” tutup Berliana .

Dengan semangat Bakti Bertumbuh, Asa Berlabuh, Tanwiriyyah melangkah ke abad keduanya. Menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan tangguh menghadapi era digital. Acara ditutup dengan penampilan siswa-siswi dan santri-santri Tanwiriyyah.*

Komentar