KKM 56 Untirta Menggerakan Literasi Desa Lewat Proyek Kreatif

BANTEN72-Kemampuan literasi merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi anak-anak di era modern. Literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca huruf, tetapi juga mencakup pemahaman isi bacaan, kemampuan menganalisis informasi, serta keterampilan mengomunikasikan kembali isi buku yang telah dibaca. Pada tingkatan yang lebih tinggi, literasi berarti mengaktualisasikan informasi yang diperoleh dari bahan bacaan ke dalam aktivitas sehari- hari. Membuat proyek berbasis isi buku bacaan menjadi salah satu program yang mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap buku yang dibaca dengan mengubah informasi yang mereka peroleh menjadi sebuah aktivitas konkret yang menghasilkan karya nyata.

Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi yang dilaksanakan pada 9 Juli hingga 7 Agustus 2025 di Desa Songgom Jaya, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Kelompok 56 KKM mengusung tema “Optimalisasi Literasi Masyarakat Melalui Peningkatan Akses Perpustakaan Guna Meningkatkan Minat Baca di Desa Songgom Jaya.”

Baca juga:  Poktan Berkah Tani Kecamatan Koroncong  Ikuti Program Sekolah Lapangan Terpadu

Tema tersebut diangkat dengan tujuan mengoptimalkan literasi masyarakat desa melalui peningkatan akses dan layanan perpustakaan, sehingga minat baca dapat berkembang merata di semua lapisan masyarakat. Upaya yang dilakukan mencakup pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan literasi yang bervariasi, pemanfaatan koleksi buku berkualitas, dan peningkatan keterampilan pengelolaan perpustakaan sesuai standar. Dengan meningkatnya kapasitas dan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca, kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Desa Songgom Jaya, khusus nya anak-anak.

Program Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan dilaksanakan pada Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Songgom Jaya. Kegiatan dihadiri oleh 22 anak yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar, dengan mahasiswa KKM sebagai fasilitator. Tidak ada guru yang hadir, sehingga interaksi berlangsung langsung antara mahasiswa dan anak-anak peserta. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak membaca buku bertema hewan dan tumbuhan, di antaranya cerita tentang lebah, kupu-kupu, ikan, dan bunga. Setelah membaca, anak-anak membuat kerajinan tangan sederhana dari kertas origami yang menggambarkan tokoh atau objek dalam cerita, seperti lebah, kupu-kupu, ikan, dan bunga berwarna-warni.

Baca juga:  Pemkab Pandeglang dan Bank BTN Teken Kerja Sama: Perkuat Layanan Perbankan dan Dukungan Ekonomi Daerah

Tahapan kegiatan diawali dengan persiapan, termasuk pemilihan buku yang akan digunakan sebagai bahan bacaan dan penyiapan alat serta bahan seperti kertas lipat, gunting, lem, dan spidol. Setelah peserta dikondisikan agar suasana kondusif, acara dibuka dengan perkenalan fasilitator dan penjelasan singkat tentang tujuan kegiatan.

Proses pembuatan proyek dilakukan secara bertahap, mahasiswa membimbing anak-anak melipat dan membentuk origami sambil sesekali mengulas kembali isi buku yang sudah dibaca. Setelah karya selesai, diadakan diskusi singkat untuk memberi umpan balik, di mana anak-anak menceritakan kembali isi buku yang dibaca dan menghubungkannya dengan karya mereka. Kegiatan diakhiri dengan apresiasi kepada setiap anak dan dokumentasi karya yang dipajang di ruangan.

Baca juga:  Pemkot Serang Bersama Bawaslu Kota Serang Inginkan Pemilu Kondusif dan Bermartabat

Kegiatan yang dihasilkan sangat positif. Anak-anak tidak hanya mampu membaca dan memahami isi buku, tetapi juga dapat mengolah informasi yang diperoleh menjadi karya kreatif. Mereka mampu mengekspresikan ide dan imajinasi melalui origami berbentuk hewan maupun tumbuhan, sehingga keterampilan berpikir kreatif, koordinasi tangan-mata, dan motorik halus mereka semakin berkembang. Antusiasme terlihat dari semangat anak-anak mengikuti setiap tahap kegiatan, bahkan beberapa meminta bahan tambahan untuk membuat karya lain di rumah.

Program Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan di Desa Songgom Jaya membuktikan bahwa literasi dapat ditingkatkan melalui metode kreatif yang menggabungkan membaca dengan aktivitas seni. Jika dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini berpotensi menjadi agenda rutin desa yang mampu membentuk generasi muda yang gemar membaca, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.*

Komentar